SURETY BOND

adalah Pertanggungan yang memberikan jaminan kepada pemilik proyek (obligee) atas kemungkinan timbulnya risiko kerugian  akibat kegagalan penerima pekerjaan (principal) dalam menyelesaikan kewajibannya sesuai kontrak.

JENIS SURETY BOND
1. Jaminan Penawaran (Bid Bond)
Menjamin Obligie (Pemilik Proyek) atas kerugian karena Principal (kontraktor) yang memenangkan tender mengundurkan diri/ingkar janji atas syarat yang ditentukan dalam dokumen tender.
Surety Company akan membayar kerugian yang diderita Obligie sebesar selisih antara penawaran pemenang tender pertama dangan penawaran pemenang tender kedua, maximum sebesar nilai jaminan.
a. Nilai jaminan : Antara 1 % sd. 3 % dari harga penawaran.
b. Jangka waktu : Sesuai dengan waktu yang ditentukan dan persyaratan dokumen tender.
c. Klaim : Apabila pemenang lelang mengundurkan diri / ingkar janji.
d. Jatuh tempo :
- Apabila SPK ditanda tangani
- Apabila Principal kalah lelang

2. Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond)
Menjamin Obligie (Pemilik Proyek) atas kerugian karena Kontraktor tidak melaksanakan proyek sesuai dengan ketentuan yang ada dalam kontrak (Gagal melaksanakan proyek) Surety Campany akan membayar kerugian yang diderita oleh Obligie, maximum sebesar nilai jaminan.
a. Nilai jaminan : 5 % dari nilai proyek
b. Jangka waktu : Sesuai dengan waktu pelaksanaan proyek
c. Klaim : Apabila Principal gagal melaksanakan proyek
d. Jatuh tempo :
- Proyek selesai 100 %
- Berita acara penyelesaian proyek telah ditanda tangani

3. Jaminan Pembayaran Uang Muka (Advance Payment Bond)
Menjamin obligie (Pemilik Proyek) atas kerugian karena Konraktor tidak melaksanakan pemeliharaan; memperbaiki kerusakan-kerusakan setelah pelaksanaan pekerjaan selesai sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam kontrak. Surety Company akan membayar kerugian yang diderita Obligie, maximal sebesar nilai jaminan.
a. Nilai jaminan : 5 % dari nilai proyek
b. Jangka waktu : Sesuai dengan waktu pemeliharaan proyek
c. Klaim : Apabila Principal gagal memperbaiki kerusakan proyek
d. Jatuh tempo
- Kerusakan proyek diperbaiki
- Berita acara penyelesaian proyek tahap II ditanda tangani

4. Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond)
Menjamin bahwa Principal akan melakukan perbaikan, penggantian atas kerusakan-kerusakan/cacat material dan ketidak sempurnaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan dalam kontrak setelah pekerjaan diserah terimakan, bila tidak maka Surety (Penjamin) akan membayar ganti rugi kepada Obligee.
a. Nilai jaminan : 10 sd. 20 % dari nilai proyek
b. Jangka waktu : Sesuai dengan waktu pelaksanaan proyek
c. Klaim : Apabila principal tidak mengembalikan uang muka yang diterimanya pada saat awal proyek
d. Jatuh tempo :
- Uang muka telah dilunasi

- Berita acara penyelesaian proyek telah ditandatangani

Syarat menjadi nasabah Surety Bond adalah menyerahkan:
1. Akte Pendirian Perusahaan.
2. Laporan  Keuangan yang diaudit.
3. Copy Rekening Koran dua bulan terakhir. (khusus untuk perusahaan yang baru berdiri).
4. Copy surat izin yang dimiliki dan masih berlaku seperti; SIUP/SIUJK, TDR, NPWP, Surat Keterangan Domisili Perusahaan
5. Copy KTP/KITAS/Paspor masing-masing Direksi/Pengurus yang masih berlaku.
6. Menyerahkan Perjanjian Ganti Rugi (apabila permohonan menjadi nasabah Surety Bond disetujui)

Syarat mengajukan penerbitan Surety Bond:
Mengisi dan menyerahkan formulir Surat Permohonan Penerbitan Surety Bond ( SPPSB ), berikut dokumen-dokumen sesuai jenis Surety Bond yang diminta sbb:

1.     BID BOND (JAMINAN PENAWARAN)

  • Undangan Tender
  • Surat Permohonan
2. PERFORMANCE BOND (JAMINAN PELAKSANAAN)

  • Surat Kuasa Penagihan Prestasi Kerja
  • Surat Permohonan
  • Draft Kontrak
  • Surat Penunjukkan Pemenang
  • Surat Perintah Kerja.

3. ADVANCE PAYMENT BOND (JAMINAN UANG MUKA)

  • Surat Permohonan
  • Surat Kuasa Penagihan Prestasi Kerja
  • Kontrak Kerja.

4. MAINTENANCE BOND (JAMINAN PEMELIHARAAN)

  • Surat Permohonan
  • Berita Acara Serah Terima Pekerjaan I
  • Laporan mingguan terakhir
  • Surat Kuasa Penagihan Prestasi kerja.


BEDA SURETY BOND DENGAN ASURANSI
Surety Bond
1. Merupakan perjanjian tambahan untuk memberikan jaminan.
2. Perjanjian 3 pihak antara Obligie, Principal dan Surety.
3. Surety Bond berdasarkan prinsip "select your risk and client"
4. Tidak apat dibatalkan secara sepihak, walaupun service charge/premi belum dibayar.
5. Klaim yang dibayar kepada Obligie dapat dimintakan recovery dari Principal.
6. Service charge dihitung dari nilai pinal sum sehingga relatif kecil.
7. Service charge tidak dimaksudkan untuk membayar claim.

Asuransi
1. Merupakan perjanjian penggantian kerugian.
2. Perjanjian 2 pihak antara Penanggung dan Tertanggung.
3. Berdasarkan hukum bilangan besar (the law of the large numbers).
4. Dapat dibatalkan secara sepihak.
5. Klaim dibayarkan dari jumlah premi yang terkumpul.
6. Premi dihitung dari Nilai pertanggungan dan dihimpun untuk membayar klaim.


BEDA SURETY BOND DENGAN BANK GARANSI
Surety Bond
1. Ditanda tangani oleh dua pihak yaitu Principal dan Surety.
2. Diatur dalam perikatan tanggung renteng.
3. Tidak mengutamakan setoran jaminan dan kollateral; Resikonya disebar antara perusahaan asuransi dan reasuransi.
4. Jangka waktu sesuai dengan jangka waktu kontrak.
5. Merupakan perjanjian bersyarat (conditional); klaim dibayar atas dasar kerugian riil yang diderita.
6. Service charge dihitung dari nilai pinal sum sehingga relatif kecil.
7. Service charge tidak dimaksudkan untuk membayar claim.

Bank Garansi
1. Ditanda tangani oleh satu pihak yaitu Bank.
2. Diatur dalam perikatan pertanggungan sepihak dan penjamin mempunyai hak istimewa pasal 1831 KUP Perdata.
3. Mensyaratkan setoran jaminan dan jaminan tambahan .
4. Jangka waktu bisa tidak mengikat pada jangka waktu kontrak.
5. Merupakan perjanjian tanpa syarat (unconditional).
6. Premi dihitung dari Nilai pertanggungan dan dihimpun untuk membayar klaim.

[ PERMINTAAN SURETY BOND ]

Melayani konsultasi & pembuatan all insurance, sbb :1. Life Insurance (pendidikan, kesehatan, hari tua, kecelakaan,...
Dikirim oleh Sulistiyo Wahyuningrum pada 4 Oktober 2015
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...